Cerita Humor, Cerita Lucu, Cerita Jenaka,
Dikarenakan adanya larangan dari pemerintah, maka para hidung belang tidak berani lg ke rumah2 bordil, akibatnya para PSK sudah mulai kehilangan pelanggan.
Para PSK pun mulai berpikir keras bagaimana caranya agar tetap mendapatkan pelanggan demi kelangsungan hidup.
Seorang PSK bernama Wati menemukan sebuah ide cemerlang agar dia tetap laku, caranya tidak lain adalah dengan “banting harga”. Tarif yang ditawarkan tidak muluk-muluk yaitu Rp. 500 (gopek) sekali masuk, dan gopek sekali keluar dengan catatan “harus dibayar dengan uang pas”.
Alhasil wati yang terkenal bahenol mulai kedatangan pelangan dari segala kalangan, namun umumnya yg datanga dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Seorang mahasiswa bernama Toyib ikut mengantri untuk...